Rabu, 15 Juni 2011

SEJARAH KABUPATEN LAMANDAU

Kabupaten Lamandau merupakan bekas wilayah Kawedanan Bulik yang terditi dari Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang. Pembentukan Kabupaten Lamandau diawali dengan pertemuan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dengan seluruh Camat serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda se-Kabupaten Kotawaringin Barat di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 10 Nopember 1999 yaitu dalam rangka Sosialisasi tentang rencana Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memekarkan Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi 2 (dua) sedangkan yang menjadi utusan dari Kecamatan Bulik, Lamandau dan Kecamatan Delang adalah :

1) Kecamatan Bulik :

a) NUBARI B. PUNU. BA. (Camat Bulik)

b) H. ARSYADI MADIAH (Tokoh Pemuda)

c) DARMAWI JUWAHIR (Tokoh Masyarakat)

2) Kecamatan Delang

Untuk Kecamatan Delang diwakili oleh Drs. KARDINAL selaku Camat Delang.

3) Kecamatan Lamandau

Untuk Kecamatan Lamandau tidak ada utusan dan secara kebetulan Camat Lamandau yaitu SILAS KADONGKOK, BA, berhalangan / tugas keluar Daerah.

Pada pertemuan tersebut dijelaskan tentang rencana Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat untuk meningkatkan status daerah Pembantu Bupati Sukamara menjadi Kabupaten Sukamara, sehingga Kabupaten Kotawaringgin Barat dengan Ibukotanya tetap Pangkalan Bun dan Kabupaten Sukamara dengan Ibukotanya Sukamara, pada saat itu juga dijelaskan bahwa wilayah Kabupaten Sukamara meliputi seluruh wilayah Kecamatan Sukamara, Kecamatan Jelai, Kecamtan Balai Riam kemudian termasuk wilayah Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau, dan Kecamatan Delang sebelah kiri sungai Lamandau dan sungai Batangkawa. Mencermati kebijakan tersebut, utusan dari Kecamatan Bulik dan Kecamatan Delang mengambil sikap tidak bersedia menandatangani/menolak kebijakan yang di sosialisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut.

Sekembalinya dari pertemuan tersebut, pada tanggal 11 Nopember 1999 oleh Utusan Masyarakat Bulik hasil pertemuan tersebut diinformasikan kepada para Tokoh masyarakat yang ada di Nanga Bulik yaitu kepada Bapak Tedan Usith, Bapak H. Muchlisin dkk, termasuk kepada salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat yang mewakili Kecamatan Bulik yaitu saudara TOMMY HERMAL IBRAHIM, secara kebetulan pada saat itu berada di Nanga Bulik, setelah mendengar penjelasan dari Bapak H. ARSYADI MADIAH dan Bapak THEDAN USITH, maka melalui Bapak H. Arsyadi Madiah dan Bapak Thedan Usith Saudara Tommy Hermal Ibrahim berpesan kepada Bapak Camat Bulik supaya dalam waktu singkat segera mengundang seluruh Kepala Desa se Kecamatan Bulik dan membuat pernyataan sikap “menolak bergabung dengan Kabupaten Sukamara dan mengusulkan pembentukan Kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Lamandau”. Menyikapi hal tersebut di atas para tokoh masyarakat yang ada di Nanga Bulik secara intensif melakukan musyawarah serta mengambil langkah dalam rangka mempersatukan Visi dan Misi tentang rencana pembentukan Kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Lamandau.

Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut atas inisiatif bersama, maka pada tanggal 20 November 1999 para Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, yang berada di Nanga Bulik, serta para unsur Muspika Kecamatan Bulik dan Saudara Tommy Hermal Ibrahim melakukan musyawarah sekaligus jejak pendapat yang di prakarsai oleh Bapak H. Muchlisin, Bapak Thedan Usith, Bapak Darmawi Juwahir, Bapak H. Aryadi Madiah dan Bapak Andreas Nahan, S.IP di Aula kantor Camat Bulik. Pada jejak pendapat tersebut akhirnya menghasilkan 97,36 % menginginkan pembentukan kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Lamandau dan Nanga Bulik sebagai Ibukotanya.

Dalam musyawarah tersebut juga telah dihasilkan beberapa kesepakatan antara lain :

1. Untuk menghimpun, mengolah, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat berkaitan dengan rencana Pembentukan Kabupaten Lamandau tersebut, maka perlu membentuk sebuah wadah perjuangan yaitu Forum Komunikasi Masyarakat Pedalaman Bulik, Lamandau dan Delang ( FKMP – BULANG ) di masing – masing Kecamatan sebagai cabang, sedangkan Pengurus Pusat berada di Pangkalan Bun dengan alasan untuk mempermudah komunikasi dengan Masyarakat di Daerah dengan tokoh Masyarakat di perantauan. Untuk cabang Kecamatan Bulik ditunjuk sebagai Ketua adalah Bapak H. Muchlisin dan Saudara Andreas Nahan, S.IP sebagai Sekretaris, sedangkan sebagai perwakilan Kecamatan Lamandau yaitu Saudara Drs. Frans Evendi dan Kecamatan Delang yaitu Saudara Imanuel Gerzon.

2. Memberi mandat kepada Pengurus Pusat FKMP-BULANG untuk membentuk Panitia Pelaksana Musyawarah Bersama dalam rangka pembentukan Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Lamandau.

Sebagai tindak lanjut dari hasil rapat tersebut Pengurus pusat FKMP-BULANG segera melaksanakan rapat pembentukan Panitia Pelaksanaan, rapat dilaksanakan di rumah Saudara Hasburrahman / Roman sebanyak dua kali, pada rapat yang kedua barulah Panitia Pelaksanaan terbentuk dengan ketua Bapak Mozes Pause, SH dan Tommy Hermal Ibrahim sebagai sekretaris.

Dipihak lain Masyarakat pedalaman yang berasal dari Kecamatan Bulik, Lamandau dan Delang yang berada di perantauan khususnya di Palangka Raya melakukan langkah-langkah konkrit dalam mencermati Rencana Pemekaran Kabupaten Lamandau dengan membuat study kualitatif, yang diprakarsai oleh Drs. Nahson Taway, Drs. Iba Tahan, MS, Ir. Farintis Sulaiman dan Charles Rakam, S.Pd dan Pembuatan study kualitatif Pembentukan Kabupaten Lamandau ini telah dibicarakan dalam Pertemuan Kerukunan Tamuai Kotawaringin Barat di Palangka Raya tanggal 7 November 1999 untuk selanjutnya dapat di sosialisasikan kepada masyarakat di Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang untuk diusulkan kepada Pemerintah melalui Pemerintahan Kabupaten Kotawaringin Barat tentang penggabungan Kecamatan Bulik, Lamandau dan Delang

Pada tanggal 10 Nopember 1999, atas Prakarsa Drs. Nahson Taway, para tokoh masyarakat yang berasal dari Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang, mengadakan pertemuan di Pangkalan Bun dengan Keputusan mengusulkan melalui Surat kepada DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dan Gubernur Kalimantan Tengah agar Wilayah bekas Kewedanaan Nanga Bulik ( Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang ) disatukan Menjadi “ KABUPATEN LAMANDAU ” dengan Lampiran Study kualitatif yang ditulis oleh keempat penulis tersebut diatas.

Surat Usulan tersebut di tandatangani oleh 8 ( delapan ) orang atas nama Masyarakat Pedalaman yaitu:

- CS. Phaing

- Drs. Nahson Taway

- Drs. Don F. Ringkin

- Harigano Ringkas

- Musringin

- Sama Dj. Mamud

- Helkia Penyang

- Tommy Hermal Ibrahim

Pada tanggal 17 Nopember 1999, Drs. Iba Tahan, MS, Inte Sartono, SH, Markos Dj. Mamud, S.Hut, Charles Rakam, S.Pd, melakukan ekspose melalui SKH Kalteng Pos untuk menjelaskan keinginan masyarakat Pedalaman Kotawaringin Barat menyatukan Kecamatan Bulik, Lamandau dan Delang dalam Kabupaten Lamandau. ( SKH Kalteng Pos tanggal 18 Nopember 1999, halaman 2 ).

Pada tanggal 4 Desember 1999 melalui juru bicara yaitu bapak H. Muchlisin pada Kunjungan Penjabat Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Bapak Drs. Matlim Alang menyampaikan pernyataan sikap yang intinya menyatakan menolak bergabung dengan Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara hasil pemekaran serta mendukung sepenuhnya rencana Pembentukan Kabupaten Lamandau yang terdiri dari Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang.

Pada tanggal 6 Januari 2000 ketika kunjungan penjabat Gubernur Kalimantan Tengah yaitu Bapak Rapiudin Hamarung, masyarakat Kecamatan Bulik, Lamandau dan Delang kembali menyampaikan pernyataan sikap secara tegas agar ketiga Kecamatan tersebut dimekarkan menjadi Kabupaten Lamandau.

Tanggal 8 Juli 2000 atas prakarsa dari Forum Komunikasi Masyarakat Pedalaman Bulik, Lamandau dan Delang ( FKMP-BULANG ) dilaksanakan Musyawarah Besar masyarakat Kecamatan Bulik, Lamandau dan Delang di Nanga Bulik, dalam rangka menyamakan Visi dan Misi pembentukan Kabupaten Lamandau ( P3KL ) setelah dilakukan Pemilhan Secara Demokratis maka terpilihlah Bapak Mozes Pause, SH sebagai Ketua Umum dan Bapak Tommy Hermal Ibrahim sebagai sekretaris umum. Kemudian melalui Rapat Kerja P3KL maka disusunlah proposal Rencana Pembentukan Kabupaten Lamandau sebagai bahan ekspose di depan team Independen Labsos Fisip UI di Hotel Wisata Jakarta tanggal 15 Oktober 2001.

Pada saat ekpose tersebut selain Bupati dan Ketua DPRD Kotawaringin Barat turut hadir anggota DPRD Propinsi Kalimantan Tengah yaitu :

- Bapak San Marwan

- Bapak Ir. Kemal Maseri

Kemudian dari Kabupaten Kotawaringin Barat turut hadir :

- Bapak Drs. Daud Juanda ( Ass I Kab. Kotawaringin Barat )

- Bapak Drs. Wahyudi, M.Si

Sedangkan Utusan dari P3KL yaitu :

- Bapak Mozes Pause, SH.

- Bapak Tommy Hermal Ibrahim

- Bapak Andreas Nahan, S.IP

- Bapak H. Arsyadi Madiah

- Bapak H. Burhan

- Bapak Drs. Frans Evendi

Kemudian hasil ekspose di Jakarta tersebut disosialisasikan kepada masyarakat Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang pada tanggal 5 Februari 2002 di Nanga Bulik.

Pengesahan Undang-undang Nomor 5 tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten di Propinsi Kalimantan Tengah di Jakarta dihadiri oleh P3KL terdiri dari :

- Drs. Iba Tahan, MS

- H. Arsyadi Madiah

- Idar Y. Kunum

- H. Burhan

- Ibramsyah Ambram

- Darmawi Juwahir

- Syubandi. HM.

- Vincentius Huang

- Drs. Frans Evendi

- Imanuel Gerzon

- Luyen. K

- Evendi Buhing

Acara pelantikan Bapak Drs. Regol Cikar sebagai Penjabat Bupati Lamandau oleh Gubernur Kalimantan Tengah atas nama Menteri Dalam Negeri di depan sidang Paripurna DPRD Propinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya pada tanggal 8 Juli 2002.

Tanggal 12 Juli 2002 aktifitas Kantor Bupati yang beralamat di Jln. Tjilik Riwut No. 10 Nanga Bulik ( Eks Kantor Camat Bulik ) mulai dibuka dengan jumlah personil pelaksana sebanyak 5 ( lima ) orang atas dasar instruksi Penjabat Bupati Lamandau. Adapun kelima orang tersebut adalah :

- Andreas Nahan, S.IP

- Ganti P. Kanisa, SSTP

- H. Arsyadi Madiah

- Abdul Rasyid. S

- Cahyano

Sebagai ungkapan rasa syukur atas Rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pada tanggal 3 Agustus 2002 masyarakat Kecamatan Bulik, Lamandau dan Delang melaksanakan Acara Syukuran atas terbentuknya Kabupaten Lamandau yang dipusatkan di Bundaran Bukit Hibul yang merupakan Rencana Areal Perkantoran Pemda Kabupaten Lamandau. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah ( Bapak Drs. Nahson Taway ), Biro Tata Praja Setda Propinsi Kalimantan Tengah, Bupati Kotawaringin Barat.

Dalam acara syukuran tersebut dilakukan Peletakan Prasasti Kabupaten Lamandau oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, atas nama Menteri Dalam Negeri, sekaligus penyerahan Hibah Lahan Perkantoran dari Masyarakat Nanga Bulik oleh Bapak Muchtar Dahni, dkk atas nama masyarakat Nanga Bulik.

Demikian riwayat singkat pembentukan Kabupaten Lamandau yang dapat kami sampaikan. Kami menyadari bahwa Riwayat Singkat Pembentukan Kabupaten Lamandau yang kami susun ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu bukan unsur kesengajaan untuk mengaburkan fakta sejarah. Untuk kesempurnaan Sejarah Pembentukan Kabupaten Lamandau kedepan, perlu penyusunan yang lebih detail dengan melibatkan seluruh pelaku sejarah.

Senin, 13 Juni 2011

Umbut Kelapa Makanan Khas Dayak

KA­LI­MAN­TAN Te­ngah (Kal­teng) ka­ya de­ngan sum­ber ba­han pa­ngan yang ji­ka di­op­ti­mal­kan a­kan meng­ang­kat daerah ini dalam konteks nasional. Salah satunya umbut kelapa yang disayur. Ba­gi sebagian orang, masakan daerah tersebut kolot dan tidak prak­tis... Tetapi Anda jangan bi­lang kolot sebelum merasakan ke­nikmatan sayur yang satu ini.
Sayur umbut kelapa terbuat da­ri serabut pucuk pohon ke­la­pa yang lembek. Makanan khas suku Dayak Ngaju ini le­bih enak dimakan dengan opor da­ging sapi atau ayam, dan sam­bal goreng kacang pu­tih atau kacang tolo. Sebagai pe­leng­kapnya sambal terasi atau sam­bal mangga muda. So­al rasa, tidak kalah dengan ma­kanan modern. Apalagi, jika ki­ta pintar memasaknya.

Pengamat kuliner di Kaliman­tan Tengah, Jusuf Kawaru, yang juga aktif di Perhimpunan Ho­tel dan Restauran Indonesia (PH­RI) mengatakan, khasanah ku­liner Kalteng harus tetap di­­jaga cita rasa dan pe­nampilan­nya.  Termasuk juga dalam hal pelestarian jenis masakan dari umbut kelapa dan rotan, yang menjadi ciri ter­sendiri dari Bu­mi Tambun Bungai.
Sementara itu, Ketua Tim Peng­gerak PKK Kapuas Aliyah Ma­wardi mengungkapkan ke­gundahannya karena para ibu rumah tangga tidak lagi me­nyajikan khasanah kuliner khas Kalteng kepada keluarga mereka.
Akibatnya, generasi muda Kal­teng banyak yang tidak me­ngenal ciri khas makanan dae­rah asalnya. Ia berharap pa­ra ibu rumah tangga kembali me­nyajikan masakan daerah un­tuk hidangan keluarga. Untuk itu, ia membeberkan resep pem­buatan gulai umbut kelapa.
Bahan yang dibutuhkan : 1 kg umbut kelapa iris tipis, 1/2 kg tulang iga sapi atau ayam, potong dan bersihkan, 1 iris labu ku­ning, potong setebal 2 cm.
Bumbu : 2 gelas santan kental dan 6 gelas santan cair, 1 ru­as kunyit, laos dan serai, 3 lem­bar daun salam, 1 sendok teh ketumbar, sedikit terasi dan garam. Kemudian, 6 siung ba­wang merah dan 2 siung ba­wang putih
Cara membuat : rebus tulang iga sapi sampai agak ma­tang, lalu masukkan umbut, dan labu kuning. Haluskan se­mua bumbu kecuali daun sa­lam, laos, dan serai. Masukkan bumbu k edalam wajan umbut yang sedang direbus. Biarkan ma­tang dan meresap. Siap dihi­dangkan.

Senin, 06 Juni 2011

TOKYO UNDERWORD



Buku ini merupakan kisah nyata tentang seorang Amerika-Italia yang bernama Nicola Zapetti, mantan Tentara Pendudukan Amerika Serikat.
dalam biografi ini kehidupan kelamnya diawali dengan menjadi seorang pegulat, perampok berlian amatir, pebisnis rumah makan (Pizza Nicola), hingga menjadi seorang bos mafia di Tokyo. Percampuran antara Masa lalunya yang keras, gemblengan militer yang pernah dikecapnya, menjadikan pria ini dapat bertahan dalam segala kondisi, hingga akhirnya Yakuza meneruskan bakat dasar yang dimiliki Nick. Dia mengenal sejumlah nama: Yoshio Kodama, Kakuei Tanaka, Kiichi Miyazawa, Dwight Eisenhower, Richard M. Nixon, Ronald Reagan, George Bush, Raja Faisal, Kim Il Sung, Soekarno, Rockefeller, Henry Ford, Presscot Bush, Alan Shepard, Donald Trump, dan setumpuk nama lainnya dari beragam kalangan: CIA, KGB, M16, G-2, Toyota, Coca-Cola, Motorola, Honda, hakim, jaksa, pengacara, senator, politisi, pebisnis, selebriti, hingga media.

Dengan mengikuti kehidupan dari nicola zapetti ini, kita akan mengetahui bagaimana sebuah negara yang hancur, bisa dengan cepat mengalami kebangkitan ekonomi dan bagaimana dunia mafia sangat berperan dalam prosesnya tersebut, mulai dari pasar gelap yang menjual beraneka ragam produk, jaringan narkoba, prostitusi, judi, hingga kasus-kasus besar yang menyeret banyak nama dari berbagai kalangan, politisi, penegak hukum, pelaku bisnis, selebritis, dan lain sebagainya. Bisa Anda bayangkan bagaimana peran seorang bandit Amerika yang sering keluar masuk penjara tetapi mampu berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah Jepang sehingga berdampak terhadap perubahan demokrasi, ekonomi dan sekaligus kejahatan sebuah negara.
Buku ini akan mengajarkan banyak hal kepada Anda, terutama tentang kehidupan para gangster, penguasa korup, pengusaha licik dan tukang suap bisa hidup berdampingan yang selama ini misterius dan tidak terungkap. Sepak terjang mereka dikupas tuntas dalam buku ini, sehingga Anda bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut.
Yang lebih menarik adalah hubungan yang terjalin antara Nikola Zapetti ini dengan dengan Presiden pertama kita, dimana Soekarno dikatakan sering berkunjung ke jepang dan berhubungan dengan salah satu mafia yang berpengaruh ini.
“ Sebuah sudut pandang yang sangat menarik dari orang-orang yang mengagumkan yang menunjukkan bagaimana demokrasi dan kejahatan berkembang dengan saling bergandengan tangan di Jepang”.

Selasa, 31 Mei 2011

Ceritalah Indonesia, @Karim Raslan

Setelah membaca bukunya, yang merupakan kumpulan esai-esai tentang Indonesia, didapati sudut pandang yang berbeda tentang indonesia, bagaimana dia memandang suatu topik dari sudut netralnya sebagai penulis, dan bagaimana dia memandang indonesia dengan posisinya sebagai warga negara malaysia, menimbulkan cerita baru menimbulkan pro dan kontra serta menambah luas pandangan kita terutama mengenai hubungan Indonesia-Malaysia, dalam bukunya yang mengulas mengenai Indonesia pasca Suharto terutama persoalan ekonomi politik. seni, budaya, social serta sejarah, kemudian Pada esai Politik-Ekonomi menulis tentang pertarungan Islam Liberal dan Islam Literal, Pelacur dan Ulama di Indonesia: sebuah Pelajaran tentang Pencerahan Iman hingga Bank Century dan Dosa-Dosa Kelalaian, Sementara dalam esai sejarah dan budaya, Karim Raslan menulis tema besar berjudul Hubungan Dua Negara yang diisi dengan beberapa sub tema seperti Hikayat Dua Bangsa Melayu, Mereka Hanya Mau MyKad, Melihat Lebih Jauh dari Ambalat, Gus Dur Versi Malaysia? dan Konflik Malaysia-Indonesia, bisa dibilang telah mewakili sejarah perjalanan negeri ini, yang menarik adalah pendekatan yang dilakukannya dalam menggali informasi tergolong unik, yaitu dengan menggunakan metode “ceritalah” yang merupakan budaya masyarakat melayu dalam melakukan iteraksi antar individu, dengan menciptakan suasana santai dan kekeluargaan saling bertukar cerita sampai pada hal-hal yang sangat personal.
Sebagai orang malaysia Karim Raslan memiliki ikatan emosional dengan Indonesia karena tidak bisa dipungkiri kedua negara ini begitu sama, begitu terkait dalam banyak hal (bahasa,budaya,agama makanan dan selera humor) sehingga secara jujur Karim Raslan mengatakan Indonesia sekarang jauh lebih terbuka, demokratis dan ekspresi publik yang besar sementara Malaysia masih sangat feudal. Pandangannya tersebut membuatnya yakin Indonesia berpotensi menjadi Raksasa Asia Tenggara.

Ada cerita baru yang saya dapat dari buku ini, yang merupakan awal konfrontasi Indonesia-Malaysia, bahwa sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, sudah terjalin hubungan antar pejuang Indonesia yang melawan penjajahan Belanda dan pejuang Malaysia yang menentang penjajahan inggris, mereka sepakat memerdekakan wilayah jajahan Hindia Belanda dan wilayah jajahan Inggris di Malaya (wilayah rumpun bangsa Melayu). Namun indonesia tidak menepati janjinya untuk memproklamasikan kemerdekaannya secara serentak dari penjajah, sehingga Malaysia harus merdeka pada 1957 setelah Inggris memberinya kemerdekaan, sehingga Malaysia menganggap tindakan yang dilakukan Indonesia merupakan tindakan yang meninggalkan kawan, sedangkan pihak Indonesia memberi alasan bahwa jika Indonesia ikut campur dalam persoalan Malaysia, maka Indonesia akan berhadapan langsung dengan dua penjajah; Inggris dan Belanda. Bagi Indonesia lebih baik memusatkan kekuatan untuk berhadapan dengan Belanda yang merupakan negara mini di Eropa daripada harus berhadapan juga dengan Inggris yang waktu itu merupakan negara pemenang perang duniaII.

buku ini sangat menarik dan mutakhir, tidak rugi untuk dimiliki

Kamis, 26 Mei 2011

IPDN RAIH JUARA UMUM PADA OLYMPIADE PERGURUAN TINGGI KEDINASAN 2011


Add caption
Add caption
(Jatinangor, 21 Mei 2011) Untuk ketiga kalinya Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN) kembali meraih predikat juara Umum Kegiatan Peningkatan Kreativitas Seni dan Olahraga Pendidikan Tinggi tahun 2011 yang dii

kuti 13 sekolah kedinasan se Indonesia yaitu STIP, STAN, STPN, STSN, STP, AKIP, AMG, STTD, STKS, STTN, STIA-LAN, ATK selama 2 hari mulai tanggal 21 sd. 22 Mei 2011 bertempat di Kampus IPDN Jatinangor. Acara dibuka oleh Rektor IPDN Prof. Dr. H. I. Nyoman Sumaryadi, M.Si dan dihadiri undangan serta perwakilan dari masing-masing peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Rektor IPDN Prof. Dr. H. I. Nyoman Sumaryadi, M.Si pada sambutan pembukaanya mengatakan bahwa beliau sangat mengapresiasi terhadap kegiatan ini, sehingga kegiatan peningkatan kreatifitas seni dan olahraga pendidikan tinggi tahun 2011 bertujuan : Pertama, dapat membangun hubungan kerjasama dan persaudaraan antar sesama mahasiswa pendidikan tinggi kedinasan se indonesia; Kedua, mampu mensinergikan apresiasi masyarakat kampus terhadap olahraga sehingga terbina kreatifitas, kebugaran, disiplin, dan sporifitas yang tinggi;Ketiga, sebagai bahan evaluasi dan sebagai alat tolak ukur hasil pembinaan kegiatan ekstrakulikuler di lingkungan kampus masing-masing; dan Keempat, dapat membantu program pemerintahan dalam memasyarakatan olahraga dan mengolahragakan masyarakat di lingkungan kampus.
Selanjutnya rektor menambahkan bahwa para peserta pendidik seyogyanya tidak hanya berperan sebagai pihak yang disiapkan tetapi harus mampu memposisikan dirinya menjadi pihak yang mempersiapkan diri.. Sehingga pada gilirannya diharapkan tercipta kolerasi yang selaras antara link and match dengan kompetensi sumber daya (life skill) yang ada. Atas pemikiran tersebut , kami menyambut baik dengan keputusan rapat kerja forum mahasiswa kedinasan indonesia, sehingga institut pemerintahan dalam negeri di beri kepercayaan dan di tetapkan sebagai tuan rumah penyelenggara peningkatan kreatifitas seni dan olahraga pendidikan tinggi tahun 2011, urainya.
Pada akhir sambutan, Rektor mengharapkan beberapa hal terkait dengan kegiatan peningkatan kreatifitas seni dan olahraga pendidikan tinggi yaitu : Pertama, dapat mempererat dan menjalin hubungan baik antar peserta didik pendidikan tinggi kedinasan melalui kegiatan olahraga; Kedua, dapat menggali minat dan bakat para peserta didik khususnya di bidang olahraga; Ketiga, mampu memotivasi peserta didik dalam rangka meningkatkan potensi diri khususnya di bidang olahraga; dan Keempat, sebagai wahana peserta didik dalam meraih prestasi di bidang olahraga dan pengelolaan perlombaan di bidang olahraga.

Cabang olah raga yang dipertandingkan sebanyak 11cabang olah raga antara lain : atletik, renang, bola voli, bola basket, futsal, bulutangkis, tenis meja, bilyar, catur, tenis lapangan dan panjat tebing. Dari cabang olahraga yang dipertandingkan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut : Tim IPDN meraih perolehan medali 15 emas, 10 perak dan peruggu, disusul oleh Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dengan mengumpulkan 6 emas dan 3 perunggu. Hasil selengkapnya terlampir disini.
Rektor IPDN prof Dr. HI Nyoman Sumaryadi, mengaku bangga atas prestasi yang di torehkan oleh peserta didik perwakilan praja IPDN dengan berhasil menjuarai ajang tersebut secara berturut turut. “ini sebuah prestasi yang membanggakan dan sekalius menjadi juara bertahan, semoga prestasi ini dapat mempengaruhi juga terhadap motivasi belajar praja di bidang pendidikan lainnya, “ujarnya. Beliau juga berharap dengan adanya kegiatan yang digelar setiap tahunnya ini menjadi motivasi bagi mahasiswa kedinasan untuk lebih meningkatkan budaya berolahraga dan prestasi dan juga tolak ukur sekaligus evaluasi hasil pembinaan olahraga di Perguruan Tinggi Kedinasan,” terangnya. Di gelarnya Olimpiade tahunan ini dipandang penting dan positif sebagai implementasi dari upaya peningkatan daya pikir, keterampilan, persahabatan dan jiwa sportivitas, selain menjadi tolak ukur keberhasilan program pembinaan Ekstrakurikuler khususnya dalam bidang pembinaan olahraga di kampus masing-masing.

Kegiatan peningkatan kreativitas seni dan olah raga pendidikan tinggi kedinasan menjadi agenda tahunan Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI) yakni organisasi bagi mahasiswa kdinasan se Indonesia. Sejak 2 tahun yang lalu kegiatan ini di gelar di STIP dan STAN Jakarta, dan untuk yang ketiga kalinnya ini sesuai hasil muyawarah dilangsungkan di kampus IPDN Jatinangor ini.

Selasa, 24 Mei 2011

KESEDERHANAAN YANG MEWAH
Tersimpan di balik deskripsi,tersembunyi di balik kabut yang tebal menguatkan arti kata sebuah penasaran. Bersikap biasa, berbicara biasa, menatap biasa, berdandan biasa, memuji dengan cara yang biasa, menjadikan buaian kata biasa yang terakumulasi berubah menjadi kata luar biasa. Luar biasa untuk memiliki sebuah kesederhanaan, ditengah keramaian, diantara glamournya pesta, membuatnya menonjol dan mendapat perhatian walaupun tanpa mencari perhatian.
Sikap apa adanya melambangkan kejujuran, pancaran diri yang mencerminkan isi hati tanpa kepura-puraan. Entah mahluk itu sadar atau tidak, dia telah menorehkan prestasi yang memaksa buah pikiranku memberikan prestise padanya.

Berani, tampil beda, unik, langka, itulah trendnya, yang menjadi tipping dalam diri individu tersebut.

Rangkaian kata yang terucap terungkap polos, saat telingaku memberi respon terasa pas, tidak ada yang berlebihan, mungkin bagi orang lain itu kekurangan namun dari sudut aku memandang itu adalah kelebihan, namun terkadang emosimu sulit diprediksi, membuat setiap tindakan dilakukan dengan hati-hati, terkadang ada juga senyum terpaksa yang kau tampilkan.

Saat ku melihat, melakukan penilaian, menditeksi setiap reaksi, keingian untuk memperhatikan itu muncul dan muncul lagi, aku memandang, menatap dan membayangkan, hmmm…. Tidak berubah.
Sebuah pribadi yang jarang aku dapatkan , terpatri pada pribadi yang tergolong baru ku kenal… mungkin itu juga penyebab dangkalnya hasil yang ku dapat, mungkin masih dalam palung pribadimu.

BAHASA DUNIA

BahasaDUNIA

Pengantar
Manusia hampir tak pernah memanfaatkan kemerdekaan yang mereka miliki, yaitu kemerdekaan berpikir dan bertindak. Sebagai gantinya mereka selalu menuntut kemerdekaan untuk berbicara. Mereka menganggap dengan berbicara mereka akan memenangkan pertarungan… tidak…., sebenarnya mereka baru saja mengobarkan perang pembuktian yang diwarnai pergelutan tindakan, yang pemenangnya diperoleh tergantung dengan kegigihan (pembuktian untuk apa saja), karena yang telah keluar dari mulut tidak berarti apa-apa tanpa sebuah tindakan.
Berbicara memang menjadi trend serta ukuran dewasa ini, retorika yang sangat disukai pendengar, yang penuh dengan metafora menjadi candu, membingungkan, mengecoh kita pada keabu-abuan.
Rayuan yang komprehensif mengabaikan tindakan serta ketulusan seseorang, menggadaikan rasa percaya yang sesungguhnya. Saat ungkapan itu terucap secara spontan komitmen dibuat, entah oleh yang satu atau yang satunya lagi, yang kemudian mempengaruhi pikiran mahluk untuk konsisten pada komitmen itu, seringkali memaksakan diri, kemudian memberangus kemerdekaan untuk menentukan pilihan yang sebenarnya (bisa dibilang terperangkap dalam teori).
Banyak yang tersingkir menghadapi fenomena ini, hanya karena mereka tidak berkata, tidak mampu menjadi komunikator yang baik sehingga feedback dari komunikan menjadi negatif terdesak oleh hambatan-hambatan….

Bahasa itu…
Padahal ada sebuah media, bahasa yang sudah lama ditinggalkan peradapan ini, …jiwa dunia.. yang sekarang ingin kupahami, sedang kucari maknanya.

1. “Kalau seseorang sunguh-sungguh menginginkan sesuatu seisi jagat raya bahu membahu membantu orang itu mewujudkan impiannya”
Namun sudah sedikit yang percaya hal itu, berangsur punah bersama perjalanan waktu. Hmmmmm….. Konsep yang sangat sulit dipahami ini akan ku analogikan dengan sub-makna yang lebih mungkin untuk dipahami.

Cobalah masuk ke dalam pusaran ini: Saat jiwa bergolak di dalam diri, ketika mata saling menatap, memperhatikan, sebuah kesadaran yang paling penting dari bahasa yang ada di seisi dunia ini, bahasa yang sebenarnya bisa dipahami siapapun di muka bumi, di hati mereka, bahasa yang lebih tua daripada manusia, lebih kuno dari pikiran serta logika, yang menjadi penyebab kita Tuhan ciptakan, sesuatu yang meletupkan daya yang sama manakala dua pasang mata beradu pandang. YUPZ… seringkali kita menyadari arti yang ada hanya dengan beradu pandang, sorot mata yang terekam memberikan arti yang sudah kita pahami, sudah tau jawabannya, hanyasaja kita sekarang tidak lagi peka dengan pertanda-pertanda itu, pertanda-pertanda yang maktub Yang selalu terjadi pada episode-episode kehidupan, dimana dia selalu mengetuk namun jarang pintu itu dibukakan baginya.
Itulah pertanda-pertanda yang sering kita lupakan dimakan keegoisan, status, latar belakang, derajat, kemapanan, kontingen, suku, pulau, serta gengsi yang sempit, sehingga diabaikan dan bahasa itu tidak lagi berarti apa-apa.
CINTA (yang merupakan sub-makna dari bahasa dunia, yang masih cukup relefan dengan masa ini)….. terlalu sempit kita memaknainya belakangan ini, dimana kita terlalu egois memberikan arti, padahal kita tidak tahu, berabat-abat yang lalu arti kata itu berbeda(lebih luas) daripada apa yang kita maknai sekarang, Kata itu selaras dengan sebuah penciptaan kehidupan, dengan jiwa dunia, yang tidak mudah dimengerti dan tidak perlu dijelaskan, karena itu rahasia yang aku sendiri tidak bisa memahaminya.

“Sebab dimana hatimu brada disitulah hartamu berada” Kalimat multi tafsir, yang tidak bisa diartikan hanya dengan membaca, untuk itu perlu direnungkan agar kau bisa menemukan hartamu itu.

Makin bingung….???????
Refleksi: Seorang dokter yang bijaksana berkata kepada saya, “Saya telah melakukan praktek dokter selama 30 tahun, dan saya telah menulis banyak sekali resep. Tapi lama-kelamaan saya mendapatkan pelajaran, bahwa untuk sebagian besar penyebab penyakit manusia maka obat yang terbaik adalah kasih sayang.”
“Bagaimana jika obat itu idak manjur?” tanya saya???????.
“Lipat duakan dosisnya,” jawabnya.

2. Begitu juga dengn harapan… harapan itu menurutku seperti jalan setapak di desa, yang apabila semakin banyak orang melaluinya maka jalan itu ada, namun bila tidak ada lagi orang yang melewatinya maka hilanglah jalan itu tertutup rumput dan belukar, maka tidak bisa dilalui dan jejaknyapun ikut menghilang.
Hal seperti di ataspun seringkali kita abaikan, orang lebih cenderung melihat apa yang ingin dilihat, bukan yang sebenarnya terjadi. Disaat ada daya yang menghendaki kau mewujudkan takdirmu kau akan diberi pertanda-pertanda yang tinggal kau baca dan artikan, namun pilihan dan keputusan ada di tangan kita, apakah diikuti atau diabaikan….
”Seperti saat seorang anak bercita-cita menjadi petani, kemudian ditengah jalan untuk mewujudkan, orang menganggap bahwa petani bukanlah pekerjaan yang terhormat, lalu dia memutuskan untuk menjadi polisi yang dianggap orang banyak lebih terhormat”
Maka dengan ketidakmampuan untuk membaca pertanda-pertanda, untuk mengartikan sub-bahasa dunia, kita tidak lagi menemukan harapan, karena jalan itu tidak kita lalui lagi, teralihkan dengan anggapan orang dan semak belukar.

penutup
Aku seringkali hanya melihat yang ingin dilihat, bukan yang sebenarnya terjadi, ketidakmampuan itu yang membuatku selalu mencoba memahami segala buah pikiran, buah pikiranku inipun bukan karena aku mengetahui sesuatu, tetapi tercipta karena aku tidak mengerti sesuatu itu, ide dan konsep yang abstrak serta tidak beraturan di atas memang membingungkan, namun dua sub-bahasa kurasa mampu membuka sedikit jalan. Perlu diingat makna sebenarnya tidak terdapat pada kata-kata namun pada pikiran orang yang membaca, dan aku percaya setiap orang memiliki pemaknaan yang berbeda, sehingga aku dengan sengaja menyamarkannya, membiarkan sang imaji melayang di sela-sela pikiran…
Perasaan Bingung, menciptkan penasaran, yang membuat kita ingin mengetahui, untuk kemudian membuka jalan bagi pemahaman.
Selama ini sedikit yang bisa memahami jalan pikiranku yang cenderung berbeda, padahal aku hanya mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang lain atau dari berbagai sudut pandang. Tapi percayalah kadang2 sesuatu itu tidak perlu dimengerti, cukup dirasakan.

Maaf tulisan alakadarnya ini sangat tidak komprehensif, waktu yang sempit kupilih sebagai penyebabnya.
Selain itu gaya bahasaku mungkin merupakan masalah juga, yang kupilih sebagai alasannya.
Mungkin juga terlalu sedikit, erobik besok yang kupilih menjadi pembenarannya
Terimakasih mendorongku untuk menulis, kupilih sebagai kesimpulannya.


Selamat Berimajinasi.