Kamis, 03 Maret 2011

Membaca=Bingung

Membaca=Bingung
MEDIKA HERMAWAN


Ada tren yang bisa dibilang sedang menjamur di kalangan penulis Indonesia, yaitu “membuat pembaca Indonesia bingung dengan tulisan yang dibuatnya”, entah karena pengetahuan yang berlebih, atau kemampuan intelektual bangsa ini yang dinilai sudah mumpuni sehingga tulisan-tulisan dalam litelatur masa ini terasa sangat berat untuk dilahap. Contoh kasusnya adalah penggunaan kata serapan dalam setiap karya tulis, yang seringkali menyulitkan, sehingga memerlukan energy dalam jumlah yang besar untuk memahaminya dan mengetahui kulit luarnya saja……….
Contoh:
“Kepemimpinan berurusan dengan dinamika sistem, mekanisme, atau masinesasi sosial dan orientasi humanis dalam seluruh hakikat serta aspek kepemimpinan.
Faktor ini sangat menekankan tentang unsur manusia dan orientasi kemanusiaan dalam lingkup dimana kepemimpinan ini dijalankan, yang menentukan segla sesuatu dalam kepemimpinannya.”

Tulisan seperti di atas memang terlihat berbobot, tergambar bahwa orang yang menulis memiliki pengetahuan yang luas, namun apalah artinya jika maksud yang hendak disampaikan tidak tersosialisasi dengan baik, bahkan membuat pembaca bingung karena akan muncul tafsiran dengan berbagai versi yang berbeda, sehingga tidak heran apabila minat baca terhadap litelatur perkuliahan sengat rendah, karena pembaca cendrung memilih bacaan yang lebih ringan……….
Kata serapan yang seharusnya menjadi sarana untuk memudahkan kita memahami kata-kata asing malah menimbulkan permasalahan-permasalahan kebahasaan, hal tersebut dikarenakan Banyak kata-kata yang diserap secara utuh tanpa melalui penyesuaian dalam kaidah di dalam penulisan (Anomali), diperparah lagi sekarang muncul trend menambahkan ‘sasi’ pada kata-kata yang tidak tepat.
Contoh:
Kata serapan dari bahasa Inggris yang aslinya berakhir dengan "tion” yang diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan mengalami penyesuaian sehingga berubah menjadi "si" diakhir kata berlangsung dengan frekwensi sangat tinggi. kenyataan ini melahirkan masalah kebahasaan yaitu munculnya akhiran sasi yang melekat pada kata-kata yang tidak berasal dari bahasa Inggris, seperti:
Islamisasi - islam + sasi
kristenisasi - kristen + sasi
neonisasi - neon + sasi
polarisasi - pola + sasi
jawanisasi - jawa + sasi
Epenisasi - Epen + sasi
Hmmmmmmmmmm……………………………………..

ada baiknya untuk memudahkan pembaca memahami tulisan-tulisan ilmiah, bahasa yang digunakan dibuat seperti novel dengan alur yang dibumbui metafor-metafor, jadi kita bisa membaca tesis,skripsi,LA,berjam-jam tanpa bingung sekaligus mengerti isinya………….

M-10.BKS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar